Kamis, 23 Maret 2017

29 Manfaat daun Mint.


1). Mengurangi Nyeri pada Tubuh

Daun mint ternyata bisa mengurangi sakit atau nyeri dalam tubuh. Daun mint mengandung antispasmodic yang bisa meredakan rasa sakit. Hal ini bisa anda manfaatkan dengan mengonsumsi daun mint secara rutin. zat antispasmodic juga berguna untuk membuat otot yang tegang menjadi rileks.

2). Mengurangi resiko kanker

Kanker merupakan bahan yang paling banyak ditakuti oleh masyarakat. Kanker merupakan penyakit yang sulit sembuh bahkan sulit untuk kembali sehat. Daun mint mengandung antioksidan yang bisa menghindari anda terkena penyakit kanker, terutama kanker perut, dan usus besar. Jika daun mint dikonsumsi dan dicerna dalam tubuh, maka antioksidan tersebut juga akan digunakan dan terserap oleh tubuh. Dengan mengonsumsi secara rutin anda bisa membantu menghindari kanker.

3). Baik untuk pertumbuhan tulang

Daun mint sangat baik untuk anak kecil. Walaupun kandungan kalsiumnya tidak sebesar dan sebanyak susu, namun konsumsi daun mint dapat meningkatkan pertumbuhan tulang dan perkembangan tulang. Terutama setelah mengalami cidera, konsumsi daun mint akan membantu tulang memperbaiki diri.

4). Menjaga kesehatan kulit

Daun mint mengandung vitamin C yang sudah tentu banyak dimiliki buah atau tanaman sehat lainnya. Vitamin C dalam daun mint lumayan bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Terutama karena daun mint sangat mudah dimasukan dalam makanan dan juga dicampurkan dengan minuman sehat lainnya.

5). Sehat untuk mata

Daun mint mengandung vitamin A yang cukup tinggi. Nah, bagi anda yang memiliki masalah mata maka bisa mengonsumsi daun mint. Jika bosan mengonsumsi wortel atau tomat maka anda bisa menaruh daun mint pada minuman anda, konsumsi secara rutin untuk mendapatkan kesehatan mata yang maksimal.

6). Meningkatkan imun tubuh

Daun mint mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Seperti halnya pada makanan sehat lain, vitamin C tentu berguna untuk menaikan imun tubuh agar terus sehat dan terhindari dari penyakit. Meningkatkan imun tubuh juga penting, terutama sekarang ini sangat mudah terkena penyakit dan juga endemik yang mudah menyebar. Selain itu daun mint juga bisa menyehatkan tubuh jika anda sedang terkena sakit.

7). Melancarkan pencernaan

Sama seperti sayur hijau lainnya, daun mint merupakan sayuran hijau yang tinggi serat. Walaupun konsumsinya tidak sebanyak sayur hijau seperti sawi atau bayam, namun daun mint juga bisa berguna untuk melancarkan pencernaan anda. serat yang dikandung bisa membantu sistem pencernaan agar bekerja dengan normal.

8). Menjaga kesehatan mulut

Daun mint memiliki senyawa yang jika dicium akan mengeluarkan wangi. Selain itu, daun mint memiliki antibakteri yang bisa menjaga kesehatan mulut. Ketika mengunyah daun mint maka anti bakteri tersebut akan bercampur besama dengan rasa dan air liur pada mulut. Justru hal tersebut yang melindungi mulut dari bakteri.

9). Meringankan penyakit maag

Daun mint memiliki sifat antispasmodic dengan begitu anda yang menderita penyakit maag bisa menggunakan daun mint untuk campuran teh hangat anda. konsumsi secara rutin agar asam lambung dalam tubuh anda mereda atau mengurangi luka pada lambung.

10). Mengurangi stres

Mengurangi stres sangat penting atau sangat berguna untuk setiap manusia. Nah, bagi beberapa orang meredakan stres menggunakan makanan sangat penting. Mungkin daun mint bisa membantu untuk meredakan stres karena kandungan antioksidan dalam daun mint. Gunakan untuk campuran teh atau minuman smooties dengan buah agar rasanya lebih enak. menjaga kesehatan gigi

Kesehatan gigi sangatlah penting, maka tenaga kesehatan yang berbeda dan dipisah dengan tenaga lainnya adalah gigi. Ternyata anti inflamasi dan antibakteri bisa didapatkan dengan mengonsumsi daun mint. Seperti gigi bolong atau mengalami luka, maka kesehatan gigi diutamakan. Beberapa pasta gigi bahkan memasukan ekstrak mint untuk menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan gigi yang dibersihkan.

11). Membersihkan saluran pernafasan

Antibakteri yang ada pada daun mint memiliki manfaat yang sangat baik. selain untuk membersihkan gigi dan mulut ternyata antibakteri tersebut bisa dimanfaatkan untuk membersihkan saluran pernafasan. Ekstrak daun mint sering digunakan untuk dimanfaatkan pada aromaterapi. Hal ini bisa dihirup dan membersihkan paru-paru atau bronkus dengan kandungan mintnya. Selain itu dengan cara dikonsumsi juga efek dan manfaatnya sama-sama baik.

12). Bagus untuk penderita asma

Dalam daun mint, kandungan mint yang bersifat menthol sangat baik. kandungan antiinflamasi dan juga antibakteri dapat melonggarkan bronkus sehingga sangat baik untuk melancarkan asma dan juga sakit dalam pernafasan. Sehingga bagi anda yang mengalami sesak nafas cukup sering, gunakan mint sebagai bahan yang sering dihirup atau dikonsumsi. Hal tersebut akan cukup membantu.

13). Mengurangi bau mulut

Bau mulut sangat sering dihindari untuk banyak masyarakat. Bukan hanya kesehatan saja, namun bau mulut sangat tidak nyaman dan mengganggu banyak orang. Maka dengan mengonsumsi daun mint yang mengandung menthol akan mengurangi bau mulut. Produksi air liur, campuran hasil makanan dan juga bakteri yang bercampur. Anti bakteri bisa mengurangi bau mulut. Anda bisa mengonsumsi makanan seperti yoghurt yang memiliki fungsi yang sama dan juga mencampur dengan daun mint.

14). Mengatasi iritasi usus

anti-spasmodik merupakan kandungan yang bisa memperbaiki luka atau sakit pada bagian organ dalam. anti-spasmodik bisa mengatasi iritasi usus yang ada didalam tubuh. Iritasi usus sangat bahaya karena akan menimbulkan efek seperti usus yang semakin terluka atau menimbulkan gejala seperti muntah dan mual. Ada baiknya konsumsi daun mint dan teh untuk mengatasi iritasi dengan bahan yang lebih lembut.

15). Menurunkan kolesterol jahat

Daun mint mengandung bahan atau kandungan vitamin yang bisa menurunkan kadar lemak jahat dalam tubuh dan meredakan kolesterol jahat. Dengan mengonsumsi daun mint bisa menurunkan lemak yang membahayakan tubuh. Kolesterol jahat sudah tentu bisa menyebabkan jantung, dan juga berbagai penyakit mematikan lainnya.

16). Mencegah radikal bebas masuk

Di dalam mint jenis peppermint saja mengandung 13,978 µmol TE/100 gram antioksidan. Fakta ini bisa memberikan kenyataan bahwa daun mint yang dikonsumsi akan menutrisi antioksidan masuk kedalam tubuh anda. dengan begitu radikal bebas tidak akan mudah masuk. Radikal bebas bisa didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti polusi, makanan berlemak, udara yang kotor bahkan sinar matahari yang langsung mengenai tubuh.

17). Meredakan sakit seperti alergi

Gatal dan juga bengkak sering terjadi pada anda yang memiliki penyakit alergi. Baik karena alergi makanan atau udara, semua alergi cukup menyulitkan penderitanya. Maka mengonsumsi daun mint memudahkan anda dalam mengurangi gejala alergi yang dialami. Daun mint mengandung anti bakteri, selain itu ada a-pinene, carvone, ß-pinene, cineole, yang bisa membantu meredakan alergi dan rasa kelelahan.

18). Menyembuhkan sakit kepala

Beberapa orang sering mendadak pusing atau sakit kepala. Hal ini terjadi karena tekanan atau banyak faktor lainnya. Dengan menyembuhkan sakit kepala menggunakan daun mint, maka rasa sakit tersebut akan mudah diredakan. Kandungan menthol dan minyak esensial lain berguna untuk meredakan sakit dan menenangkan saraf.

19). Mengontrol detak jantung

Daun mint ternyata mengandung potasium dan juga mineral, terutama peppermint. Hal ini bisa membantu anda yang memiliki detak jantung tidak normal atau berubah-ubah untuk lebih tenang dan bisa mengontrol detak dengan baik. konsumsi air rebusan daun mint secara rutin. maka ketika anda sedang mengerjakan pekerjaan berat, detak jantung anda akan terkendali. Tidak seperti setelah olahraga atau setelah melakukan pekerjaan. Tidak juga detak jantung tersebut seperti terlalu lemah dan perlahan.

20). Mengontrol tekanan darah

Spearmint merupakan salah satu jenis daun mint yang bisa mengontrol tekanan darah. Kandungan mineral dan juga zat besi bisa mengendalikan tekanan darah yang ada pada tubuh penderita. Karena tekanan darah sendiri berbahaya, dan bisa menimbulkan bahaya penyakit yang lebih parah, seperti jantung, komplikasi dengan penyakit lain.

21). Mengobati flu

flu merupakan penyakit yang biasa dialami, terutama karena banyak terjadi terutama ketika musim hujan. Nah, bagi anda yang sedang flu nikmati sedikit teh hangat dan juga daun mint. Karena mengandung menthol dan antibakteri yang bisa membantu meredakan flu dan juga melegakan hidung tersumbat.

22). Mengurangi rasa mual

Daun mint mengandung bahan seperti anastesi yang bisa meredakan rasa mual dan meringankan kejang perut. Daun mint sendiri sudah terbukti dalam beberapa penelitian akan meredakan kejang perut. Sehingga bagi anda yang sering mengalami hal tersebut, konsumsi daun mint dengan rutin selama seminggu 3 kali. namun jangan terlalu berlebihan.

23). Menyegarkan kulit kepala

Sudah sering kan menemukan sampo yang mengandung menthol atau dari daun mint. Sebenarnya sudah lama bahwa daun mint digunakan untuk membersihkan kulit kepala. Mungkin awalnya akan terasa seperti pedas, namun akhirnya setelah digunakan kulit kepala terasa segar. Nah, hal ini karena mint mengandung menthol dan esensial lainnya. Dengan begitu setiap produk apapun pasti menyelipkan ekstrak daun mint sebagai tambahan dalam setiap sampo.

24). Mengatasi masalah jerawat

Memang agak asing jika daun mint bisa mengatasi jerawata. Tentu saja bisa karena daun mint memiliki kandungan antibakteri. Jerawat terjadi pada kulit berminyak dan juga kotor. Dengan begitu jerawat tumbuh dengan mudah dan juga menyebabkan jerawat mudah muncul. Cuci daun mint, kemudian tumbuh dan ratakan pada wajah. Lakukan hanya pada wajah yang berjerawat dan lakukan secara rutin. daun mint memang digunakan sebagai campuran beberapa produk namun agak jarang. Tidak sebanyak bahan lain seperti, lemon atau alpukat namun tetap bisa digunakan.

26). Pencegah penyakit Liver

Penyakit liver merupakan penyakit yang bisa terjadi pada hati atau liver. Umumnya yang terserang merupakan pria, karena pria lebih banyak mengonsumsi makanan yang berbahaya atau minuman berbahaya seperti minuman keras, minuman stamina, rokok dan juga bahan yang tidak baik untuk produksi hati. Ternyata daun mint bisa mencegah penyakit liver. Dengan kandungan anti jamur, anti virus, dan antispasmodic maka akan melindungi hati dan memperkuat cara kerja liver. Bagi anda yang sering mengonsumsi minuman berbahaya, baiknya menetralkan dan membuang racun dengan mengonsumsi daun mint di berbagai makanan atau merebusnya dan meminumnya.

27). Mencegah terjadinya tumor

Seperti halnya kanker, tumor merupakan penyakit yang cukup dihindari dan juga ditakuti. Tumor merupakan tumbuhnya daging dan mengikat jaringan tubuh. Tumor biasanya harus dilakukan operasi, jika sudah bergolongan ganas atau kronis maka akan berkembang menjadi kanker. Untuk mencegahnya anda bisa mengonsumsi daun mint untuk mencegah terjadinya tumor karena mengandung antioksidan yang tinggi.

28). Mengurangi ketombe pada rambut

Ketombe ada karena adanya jamur dan bakteri pada kulit kepala. Antibakteri dan anti jamur pada daun mint bisa digunakan untuk menyembuhkan ketombe. Baiknya jika kurang ampuh dengan menggunakan sampo, maka anda harus menggunakan daun mint asli dan menghancurkan kasar, setelah itu gosok pada bagian ketombe di kulit kepala anda.

29). Menurunkan berat badan

Seperti yang diketahui, serat bisa melancarkan pencernaan dengan baik. dengan begitu faktor pendukung untuk menurunkan berat badan sudah tercapai. Daun mint memiliki serat tinggi dan mineral tinggi, sehingga tubuh akan cepat kenyang dan juga membantu menurunnya berat badan. Mengonsumsi daun ini secara sering juga akan menyehatkan.

Jumat, 10 Maret 2017

Kebun Hidroponik


Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.




Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Macam-macam hidroponik
  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

 


        Static solution culture

Static solution culture memiliki pengertian budidaya hidroponik dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik hidroponik yang akarnya secara terus-menerus akarnya tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien.
Namun Di Indonesia, Static solution culture lebih dikenal dengan istilah teknik apung (atau disebut rakit apung) dan sistem sumbu (atau disebut wick system). Merupakan jenis paling sederhana dari semua jenis hidroponik.
Untuk ukuran wadah larutan dapat berbeda tergantung pada penggunaan dan ukuran tanaman. Dalam skala kecil (skala rumah tangga maupun hobby berskala kecil), hidroponik dapat dibuat dengan wadah yang biasanya dipakai di dalam rumah seperti gelas, toples, ember, ataupun bak air.
Wadah bening dapat di bungkus dengan Aluminium foilplastikcat, atau material lain yang menolak cahaya (membuat cahaya tidak bisa masuk) agar tidak tumbuh lumut.

Penutup wadah air dilubangi dan diisi tanaman, disitu dapat diisi satu atau beberapa netpot tanaman untuk setiap wadah air. Dalam teknik sumbu sendiri setiap net pot diisi media tanam dan potongan kain yang menjulur ke bawah yang berfungsi menyerap larutan ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler pada kain. Sedangkan dalam teknik apung dapat menggunakan lembaran gabus yang dilubangi dan disisi pot-pot kecil yang diisi (media tanam) untuk tanaman yang akarnya tercelup langsung pada wadah air.
Agar larutan nutrien dapat bersirkulasi secara merata, maka perlu diberi blekutukan dengan mesin penggelembung udara atau disebut aerator (aerator kecil bisa didapat di toko ikan) ataupun dengan penggunakan pompa air yang biasa dipakai di aquarium. dalam skala komersial dapat menggunakan pompa bertenaga medium (yang biasa dipakai untuk pancuran kolam dan taman).
Tanpa aerator pun masih bisa, namun jika tidak di beri aerator, akan membuat larutan yang berada di bagian bawah menjadi tidak terserap lantaran posisi akar berada di atas larutan yang tidak terserap (lantaran air tidak bersirkulasi), dan juga, akar-pun kurang mendapat asupan oksigen.

Larutan nutrien dapat diganti sesuai jadwal atau sesuai prosedur. Setiap kali larutan berkurang hingga di bawah tingkat tertentu, maka perlu menambahkan air atau larutan nutrisi segar sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman yang dinyatakan dengan satuan TDS (Total Solid Dissolved) atau PPM (Part per Million) yang diperlukan.

Dalam budidaya teknik sumbu (wick system) memiliki kendala pada penurunan volume larutan, untuk mencegah ketinggian larutan nutrien turun di bawah akar ataupun sumbu, dapat digunakan keran dengan katup pelampung bola (yang biasa dipakai di tandon) untuk menjaga ketinggian larutan secara otomatis. Dalam budidaya larutan rakit apung, tanaman ditempatkan dalam celah pada lembaran gabus / stereofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi. Dengan teknik apung, ketinggian larutan tidak akan turun di bawah akar dan akarpun selalu tercelup pada larutan nutrien.

    Aeroponik

Aeroponik merupakan sistem yang akarnya secara berkala dibasahi dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus (seperti kabut). Metode ini tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas yang secara berkala, akar dibasahi dengan kabut halus dari larutan nutrisi. Aerasi secara sempurna merupakan kelebihan utama dari aeroponik.

Teknik aeroponik telah terbukti sukses secara komersial untuk perkecambahan biji, produksi benih kentang, produksi tomat, dan tanaman daun. Karena penemu Richard Stoner mengkomersialkan teknologi aeroponik pada tahun 1983, Aeroponik telah dilaksanakan sebagai alternatif untuk sistem pengairan hidroponik secara intensif di seluruh dunia. Kelebihan aeroponik yang lain yang berbeda dari hidroponik adalah bahwa setiap jenis tanaman dapat tumbuh (dalam sistem aeroponik yang benar), karena lingkungan mikro dari aeroponik benar-benar dapat dikontrol. Keunggulan aeroponik adalah bahwa tanaman aeroponik yang di jeda pembasahannya akan dapat menerima 100% dari oksigen yang ada, dan karbon dioksida pada bagian akar, batang, serta daun, sehingga mempercepat pertumbuhan biomassa dan mengurangi waktu perakaran.

Penelitian NASA menunjukan teknik aeroponik, bahwa tanaman dapat mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 80% dalam massa berat kering (mineral penting) dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh pada hidroponik lain. Aeroponik menggunakan 65% air dari kebutuhan air hidroponik. NASA juga menyimpulkan bahwa tanaman yang tumbuh dengan aeroponik, membutuhkan ¼ nutrisi yang digunakan dibandingkan dengan hidroponik lain. Bercocok tanam dengan Aeroponik menawarkan kemampuan petani untuk mengurangi penyebaran penyakit dan patogen. Aeroponik juga banyak digunakan dalam penelitian laboratorium fisiologi tanaman dan patologi tanaman. Teknik aeroponik mendapat perhatian khusus oleh NASA karena kabut lebih mudah untuk ditangani daripada menangani cairan di tempat tanpa gravitasi.
Kelebihan lain dari aeroponik ini, kentang dapat dipanen tanpa merusak jaringan akar pada tanaman sehingga sebuah tanaman dapat dipanen berkali-kali dan dapat memilih umbi kentang yang siap panen.

      Media tanam

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
  • Arang sekam
  • Spons
  • Expanded clay
  • Rockwool
  • Sabut (Coir)
  • Perlite
  • Batu apung (Pumice)
  • Vermiculite
  • Pasir
  • Kerikil
  • Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji

      Keuntungan teknik hidroponik

  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

*Sumber: Wikipedia